Home OLEH-OLEH MANCA Kuliah Di Negeri Syiah
Kuliah Di Negeri Syiah
Administrator / Jumat, 04 Mei 2012 10:31

Kuliah Di Negeri SyiahAku tinggal di sebuah pesantren dimana disanalah aku berjuang dan mengabdi setelah lulus dari Ma’had. Ketika aku mengabdi dan mengajarkan ilmu yang aku dapat, aku merasa ilmuku masih kurang dan aku masih haus akan ilmu. Sampai suatu ketika mudir pesantren menawariku untuk ikut tes seleksi beasiswa kuliah ke timur tengah yaitu Lebanon. Banyak kawan-kawan seperjuanganku yang menasehatiku agar hati-hati karena Lebanon adalah negara yang terkenal dengan aliran Syi’ah, bahkan ada yang menyarankan agar membatalkan beasiswa itu daripada nantinya terkena virus pemahaman Syi’ah. Aku pun merasa ragu-ragu tapi karena ada pula kawan yang bilang bahwa untuk memahami keadaan sesungguhnya perlu terjun langsung didalamnya, juga agar menjadi pengalaman telah belajar di luar negeri, aku pun berangkat. Aku yakin bahwa pemahaman Islam-ku sekarang tak boleh goyah dan tercampuri virus-virus aliran sesat meski aku harus kuliah di negeri yang mayoritas penduduknya Syi’ah. Dengan Bismillah aku melangkah untuk kuliah di Lebanon walaupun harus menunggu lama pula pemberangkatannya karena sering di undur-undur.


Kamis 26 januari 2012 secara mendadak aku ditelfon oleh pihak penyalur beasiswa agar bersiap-siap berangkat ke Jakarta. Aku pun bergegas mengemasi barang-barangku. Sesampai di Jakarta aku tinggal di asrama bersama teman-teman baru-ku dari berbagai daerah di Indonesia yang juga akan belajar ke Lebanon. Setelah menunggu dua hari, Pagi itu tepatnya hari sabtu tanggal 28 januari 2012, Kami tiba di Lebanon jam 09.00, sebelumnya kami dari Jakarta jam 01.00 pagi transit di Dubai dulu sampai Dubai jam 05.00 pagi kemudian take off ke Beirut jam 07.00. Ketika kami sampai disini pada awalnya masih senang, akhirnya bisa belajar ke timur tengah, namun kenyataannya tidak demikian, setelah tahu kami masuk lughoh dulu, himmahnya (semangatnya) pada turun.

Suka duka di negeri orang
Suka duka kami rasa disini, ada hal yang membuat kami tertekan yaitu penjagaan asrama yang super ketat, mulai dari larangan membawa makanan ke tempat asrama, alat elektronik termasuk hp disita, buku-buku yang berbau Wahabi juga disita, aturan keluar yang hanya 2 kali saja sampai masalah makan yang hanya 1 kali pada malam hari saja, sisanya pagi dan siang hanya makan roti. Kami orang Indonesia pada protes tapi mau gimana lagi kami gak punya kekuatan. Mandi saja hanya 2 kali dalam seminggu yaitu pada hari selasa dan jum’at. Akses informasi dari luar tidak boleh masuk, makanya kita tidak tahu apa yang sedang terjadi diluar sana.

Sistem Pembelajaran
Semangat untuk mempelajari ilmu agama disini sangat tinggi karena menurut mereka apa yang mereka pelajari adalah sepenuhnya benar dan bersanad ke Imam Syafi’i. Kadang nyaman tapi banyak tidak nyamannya karena yang dipelajari banyak banget kejanggalannya. Dari bahasa memang ada sebagian teman yang terkendala tapi kakak kelas disini siap membantu. Kemudian program antara yayasan yang merupakan perantara kami di Indonesia dengan jami’ah (universitas) belum jelas, kita dalam posisi yang belum pasti.
Memang sistem belajarnya yang ada disini bagus, Al-Azhar pun kalah. Disini semua kitab yang kami pelajari wajib dihafal, makanya ketika ditanya dalil-dalilnya kita tahu, menurut siapa dan di buku apa. Itu yang menjadi unggulan kami makanya tidak heran kita dikenal dengan jami’ah ortodoks.
Aqidah yang ada dan wajib dipelajari di jami’ah kami adalah aqidah Asy’ari dan Maturidi dengan mengambil hukum dari Imam Syafi’i maka tak heran buku-buku saya yang dari Syaikh Abdul Wahab dan aqidah Syekh Utsaimin disita.
Hal yang menarik bagi kami di Lebanon adalah adanya pertemuan dua budaya yaitu budaya Eropa dan budaya Arab, hal ini menjadi kajian orang-orang dari luar. Selain itu yang menarik dan sangat menonjol di Lebanon adalah fanatiknya masyarakat Lebanon terhadap syaikhnya.

Lebanon dan Sekte
Lebanon dalam sejarahnya merupakan negara bekas jajahan Prancis. Sebelum menjadi jajahan Prancis, telah berdiri kota yang benama Beirut yang merupakan daerah kekuasaan bangsa Romawi. Lebanon merupakan negara Arab yang berbeda dengan yang lainnya. Because, sebagaimana yang aku jelaskan tadi bahwa disinilah tempat pertemuan dua budaya yaitu antara budaya Arab dan budaya Eropa. Akibatnya masyarakat Lebanon menjadi pluralistic, akademis dan terbuka. Sehingga tak jarang terjadi perselisihan antar golongan hanya karena perkara kecil. Inilah yang menarik dari Lebanon, masyarakatnya terkungkung oleh agama, tidak tersisa satu ruang pun yang terlepas dari sekte. Contoh kecil apabila club sepak bola milik Syi’ah menjadi pemenang tahun ini, maka pialanya akan dipersembahkan kepada Hasan Nasrullah dan seterusnya.
Agama Islam di Lebanon terbagi menjadi beberapa sekte, diantaranya sekte Syi’ah, Sunni, Alawi, dan Druze. Masing-masing membawa misinya sendiri-sendiri dan saling menyalahkan antar golongan. Belum lagi ditambah dengan sekte-sekte agama kristen. Sekte-sekte tadi juga masih terpecah-pecah lagi menjadi beberapa bagian. Sekte Sunni terpecah menjadi Wahabi, Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir dan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah. Mereka tidak pernah akur karena selalu fanatik dengan golongan sendiri dan menyalahkan yang lain. Maka tak heran pada tahun 2008/2009 pernah terjadi konflik antara Ahlus Sunnah dengan kaum Wahabi.

Syi’ah Lebanon
Di Lebanon Syi’ah banyak berkembang di bagian selatan Beirut dan semua ini karena pemerintah tidak berani untuk menghentikan gerakan Syi’ah. Mereka mempunyai sokongan senjata dari berbagai negara dan orang Syi’ah sangat benci dengan orang Sunni. Alhamdulillah di kampus tempat kami belajar tidak ada aliran Syi’ah, nggak tahu kalau yang lain. Ditempat kami belajar justru banyak Sufi. Kita yang anti Syi’ah hanya memperingatkan manusia lewat dakwah untuk orang-orang yang sudah kita kenal saja karena orang-orang Syi’ah sukanya mencari gara-gara.

Tips ke Timur Tengah
Bagi yang pengen kuliah ke timur tengah harus luruskan niat dulu kesana untuk benar-benar belajar atau hanya sekedar mencari titel, cari tahu informasi tentang kampus yang akan dituju dengan jelas dan terperinci, jangan setengah-setengah dalam menerima informasi. Terus yang paling penting adalah kejelasan program jika kamu ikut beasiswa. Sa-Ad