| Views |
2637  |
|
Assalamu’alaikum Kak, saya mau curhat niiieeehhh… Saya punya temen cewek namanya F, dia punya pacar namanya N. Si N ini tidak bisa menahan nafsunya ketika berduaan dengan si F. Si F ini ingin sekali membuat pacarnya si N menjadi cowok yang sopan atau baik. Gimana ya… cara mengubah sifat pacar F menjadi lebih baik? Wassalamu’alaikum Vita
Wa’alaikum salam warahmatullah wabarakatuh Hai Vita, seneng ya lihat ada orang yang perhatian dengan temannya kayak kamu terhadap F. Masalah pacaran memang seringkali jadi masalah yang rumit dan sensitif. Banyak kasus, orang yang berpacaran tidak dapat menahan nafsu ketika berdekatan dengan sang pacar. Yaa inilah yang namanya godaan syetan..Apakah nafsu ini seharusnya tidak ada? Bukan begitu… Nafsu ini akan selalu ada dan menggoda dua orang berlawanan jenis yang saling menyukai. Nah kalo ini dibingkai dalam wadah pernikahan akan menjadi hal yang indah dan seharusnya ada. Namun jika dibingkai dalam wadah pacaran, nafsu ini bisa menjadi malapetaka besar. Inilah salah satu pembuka pintu zina. Kakak beri ilustrasi berikut…pacaran pasti diawali dari rasa suka, dari rasa suka kemudian timbul rasa selalu ingin dekat (bisa jadi zina hati), lalu timbul rasa ingin memandang (zina mata), selanjutnya saling pegang tangan (zina tangan), cipika - cipiki, dan seterusnya…Nah kalo sudah sampai di sini nafsulah yang sering mendominasi. Makanya wajar saja jika banyak orang yang tak dapat menahan nafsunya ketika berdekatan dengan sang pacar pada taraf ini. Akibat terakhir adalah terjadinya zina perbuatan. Ngerti kan maksudnya? Inilah salah satu alasan mengapa pacaran tidak diperbolehkan dalam Islam atau diharamkan. Tidak lain untuk menjaga kehormatan kita sebagai seorang muslim/muslimah, bermula dengan menjauh dari segala bentuk zina. Bukan berarti Islam memupus adanya nafsu ini sama sekali. Seperti Kakak bilang tadi, nafsu ini diperbolehkan ada dan justru seharusnya ada dalam wadah yang benar yaitu melalui pernikahan.
Ada orang yang mempunyai kadar nafsu lebih besar dibanding dengan orang pada umumnya. Wah ini lebih berat lagi untuk menahan bila masih dalam wadah pacaran..Trus gimana dong cara mengubah si N? Kalau F benar-benar ingin mengubah si N jadi cowok yang sopan atau baik, satu-satunya cara adalah berjauhan secara fisik dengan si N dan ini lebih memungkinkan lagi jika F sudah tidak menjadi pacar si N lagi. Mengapa? Semakin F berjauhan secara fisik dengan N, semakin banyak kemungkinan N akan lebih dapat menjaga nafsunya daripada ketika berdekatan dengan F. Kalau masih pacaran, pasti penginnya deket terus. "Berarti harus putus dong Kak? Oh tidaaak..!" Yaa …itu sebaiknya yang harus rela F korbankan untuk kebaikan mereka berdua. Atau jika memungkinkan dalam waktu dekat, bersegeralah menikah. Tapi ini tentu saja kalau sudah cukup umur dan dengan persiapan yang matang. Kalo sekedar memberitahu si N untuk bisa menahan nafsu bila deket-deket F, bisa dibilang usaha yang berat dan kemungkinan berhasilnya kecil sekali. Apalagi kalau si F juga nggak mau jauhan dari si N, suka jalan bareng, dan dia termasuk gadis yang terlihat aduhai fisiknya. Duh mana tahan? Kalau begini siapa yang salah? Alangkah baiknya jika F berniat mengubah N menjadi orang yang tidak sekedar sopan namun juga baik agamanya dari segi ilmu, ibadah, dan amalan. Walaupun perubahan itu hanya Allah yang menghendaki, namun kita tak boleh lepas dari ikhtiar. Ini bisa dimulai dari diri F sendiri terlebih dahulu. Vita bisa sampaikan ke F untuk mulai membaca buku-buku rujukan tentang pacaran dalam kacamata Islam sehingga ia tahu tentang bahayanya, dan sebab larangan pacaran. Mengapa harus baca? Dengan membaca kita akan tahu ilmunya yang benar… bukan hanya berdasar kata orang, kata kakak, atau kata yang lainnya. Dengan begitu kita lebih yakin menjalani perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Ilmu tentang itu bisa juga didapat melalui kajian-kajian Islami. Setelah itu, F insya Allah bisa mengambil sikap yang benar terhadap N. F bisa memberitahu N baik-baik tentang bagaimana sebenarnya pacaran itu.Walaupun pahit, kelak buah yang dipetik akan terasa manis. Kakak tahu tentu akan berat bagi F untuk menjauhkan diri dari N hanya dengan membaca apa yang kak Yulia sampaikan. Karena itu ia butuh banyak dukungan termasuk dari Vita sebagai sahabatnya. Semoga Vita berani menyampaikan ini ke F ya..
Users' Comments (3)
|
|
|