Home

Newsflash

Iklan Tengah Atas
Ibadah
Suka Duka Singgah Di Negeri Asia Non-Muslim M. A. Bramantya, PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 01 February 2010
 
Views 454    
Pengen keluar negeri? Pasti donk…
Siapa yang tidak pengen ke luar negeri? Melihat dunia luar, merasakan pengalaman seru ataupun sekedar jalan-jalan having fun. Tapi tunggu dulu, bayangan luar negeri yang serba maju dan serba teratur itu tidaklah seindah yang kita duga. Kita bisa saja cuek bebek fleksibel ngikut aturan setempat yang terkadang bertentangan dengan agama kita. Namun sebagai muslim yang (berusaha) baik, apakah kita rela begitu saja diatur-atur dengan aturan yang bertentangan dengan Syariat Robbul `Alamin?
Berikut ini adalah pengalaman yang penulis rasakan sewaktu singgah di beberapa Negara yang notabene mayoritas penduduknya bukan Islam (negeri non-muslim). Saat ini cukup tiga Negara saja yah…

Komentar  Kutip  Favorit  Print  Kirim ke Temen  Baca Selengkapnya...  <br>
Kesan Dari turki PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 05 January 2010
 
Views 550    
ImageSetelah melancong ke Turki, ada pesan kesan dari Dr. Yumna Supardi tentang negeri perbatasan Asia Eropa ini, simak yuk!

Saking banyaknya yang menarik bagiku tentang Turki dan seluk beluknya, bagus juga kalau aku buat tips dan trik atau sekedar Kesan dan Pesan. Dan inilah mereka:

Aman-Aman Saja

Turki bisa dibilang Negara yang aman. So kalau berani bawa uang cash alias kontan, ngapain enggak? Sebab, nilai tukar uang cash lebih bagus daripada ambil dari ATM, dan juga biaya ambil dari ATM luar negeri akan ditambahkan ke rekening kita.
Sekali ambil uang dari ATM, ambil yang banyak sekalian biar enggak dibebani biaya ambil bolak balik, karena ATM tidak membebankan biaya berdasar berapa jumlah uang yang kita ambil tapi berdasar berapa kali kita ambil. Semakin sering kita narik uang dari ATM, semakin banyak biaya yang kudu kita bayar.



Komentar  Kutip  Favorit  Print  Kirim ke Temen  Baca Selengkapnya...  <br>
Jalan-Jalan Ke Turki Bagian 3 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 03 December 2009
Last Updated ( Tuesday, 05 January 2010 )
 
Views 610    
ImageLangsung aja kita nerusin perjalanan Dr. Yumna Supardi, daripada kebanyakan prolog, nanti dipotong sama editornya…

Rumah Terakhir Maryam
Hari keempat, kami jalan-jalan ke Selcuk, sekitar 1 jam perjalanan naik bis kecil. Dengan modal 65 euro per orang dengan fasilitas free transport, free lunch, dan free tiket masuk, kami pergi berkunjung ke Ephesus.
Semua orang setuju: kalau ke Izmir, haruslah ke Ephesus. Sebab, Ephesus adalah tempat wisata utama di  Izmir. Ada apa di Ephesus? Di sana terdapat kediaman terakhir Maryam sebelum beliau meninggal. Well, silakan percaya atau tidak, wong ini menurut kepercayaan Katolik Roma di Turki.
Pemimpin Vatikan, Paus, pernah ke situ dan mengadakan misa akbar. Terakhir diputuskan bahwa rumah Maryam ini merupakan rumah ibadah dan siapa pun berkunjung ke sana maka dia dinilai ibadah. Tapi, tentu saja ini bukan untuk kaum muslim, aku sendiri berkunjung hanya karena itu adalah sebuah tempat wisata turis dan karena itu merupakan bagian dari tour yang ditawarkan oleh biro perjalanan kami –suka nggak suka ya mesti ke situ.
Setelah menjemput kami di hotel, bus menjemput penumpang terakhir dari bandara lalu dari sana kami langsung meluncur menuju Selcuk di mana kediaman terakhir Maryam berada. Menurut penuturan tour guide kami, saat Yesus ditaruh di tiang salib –sebenarnya ya bukan Nabi Isa, St. John (sahabat Nabi Isa) diminta untuk menjaga Ibu Nabi Isa yaitu Maryam. Oleh St. John, Maryam dibawa keluar dari Jerusalem karena khawatir akan bahaya pembunuhan oleh musuh-musuh Nabi Isa. Mereka berjalan sedemikian jauhnya dan akhirnya memutuskan salah satu pegunungan di Selcuk sebagai kediaman terakhirnya dan diyakini di situlah Maryam meninggal. Wallahu 'alam kebenarannya.
Setelah satu jam di bus, sampailah kami di sebuah puncak gunung.  Di situ terdapat bangunan kecil seperti rumah yang di luarnya disusun kursi untuk misa. Kami pun masuk. Di dalamnya terpampang besar gambar wanita yang diyakini gambar Maryam dengan beberapa lilin. Kami tidak diperbolehkan mengambil foto dan bersuara.  Ada juga beberapa biarawati yang memberikan lilin kepada para pengunjung, of course aku tak mengambilnya lah. Aku melihat sekilas saja dan keluar dari situ. Kami lalu menuruni tangga dengan pemandangan berupa pegunungan hijau. It was again incredible view!

Komentar  Kutip  Favorit  Print  Kirim ke Temen  Baca Selengkapnya...  <br>
Jalan-Jalan Ke Turki Bagian 2 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 27 October 2009
Last Updated ( Tuesday, 27 October 2009 )
 
Views 764    

Bagian kedua


ImageTurki merupakan negeri yang mendapat tempat sendiri di hati kaum muslim. Konstaninopel, kota besar di negeri itu –sekarang bernama Istanbul, merupakan kota yang disebut dalam sebuah hadits. Di negeri batas Eropa-Asia itu juga, kekhalifahan Utsmaniyah yang fenomenal pernah berdiri dan akhirnya diruntuhkan oleh sekularisme.
Bagaimana sekilas kehidupan muslim di Turki? Dr. Yumna Supardi akan menuturkan buat kita-kita pengalaman beliau beberapa hari di Turki. Selamat menyimak!

Laut di Izmir yang Mempesona
Anyway, setelah sholat Jum’at itu aku bener-bener merasa sedih dan pingin segera balik ke London. Pikirku, aku nggak akan menikmati liburanku di sini! Yah, semua nggak seperti yang aku bayangkan. Namun apa daya, aku sudah sampai di sini.
Baru setelah itu, kami berjalan lebih jauh dan kami menemukan sebuah pemandangan yang mempesona. Kami bisa jalan-jalan di samping laut biru dan langit biru. Ada taman menghadap laut, kedai makan menghadap laut dan juga kapal yang membawa kita menyeberang laut kecil di Izmir. Seketika mood-ku berubah. Aku ingin tinggal lebih lama, menikmati pemandangan, dan menatap laut yang indah dengan gelombangnya di depanku..
So, hari pertama, kami menyusuri jalan-jalan besar –atau yang di sono disebut bulvari-  dan berakhir di sebuah pelabuhan di mana ada taman dan restoran di dekatnya. Walhasil, kami bisa makan siang sambil menikmati udara segar laut dan indahnya mentari. SubhanAllah! It was fantastic!!!


Turki merupakan negeri yang mendapat tempat sendiri di hati kaum muslim. Konstaninopel, kota besar di negeri itu –sekarang bernama Istanbul, merupakan kota yang disebut dalam sebuah hadits. Di negeri batas Eropa-Asia itu juga, kekhalifahan Utsmaniyah yang fenomenal pernah berdiri dan akhirnya diruntuhkan oleh sekularisme.
Bagaimana sekilas kehidupan muslim di Turki? Dr. Yumna Supardi akan menuturkan buat kita-kita pengalaman beliau beberapa hari di Turki. Selamat menyimak!

Laut di Izmir yang Mempesona
Anyway, setelah sholat Jum’at itu aku bener-bener merasa sedih dan pingin segera balik ke London. Pikirku, aku nggak akan menikmati liburanku di sini! Yah, semua nggak seperti yang aku bayangkan. Namun apa daya, aku sudah sampai di sini.
Baru setelah itu, kami berjalan lebih jauh dan kami menemukan sebuah pemandangan yang mempesona. Kami bisa jalan-jalan di samping laut biru dan langit biru. Ada taman menghadap laut, kedai makan menghadap laut dan juga kapal yang membawa kita menyeberang laut kecil di Izmir. Seketika mood-ku berubah. Aku ingin tinggal lebih lama, menikmati pemandangan, dan menatap laut yang indah dengan gelombangnya di depanku..
So, hari pertama, kami menyusuri jalan-jalan besar –atau yang di sono disebut bulvari-  dan berakhir di sebuah pelabuhan di mana ada taman dan restoran di dekatnya. Walhasil, kami bisa makan siang sambil menikmati udara segar laut dan indahnya mentari. SubhanAllah! It was fantastic!!!
Komentar  Kutip  Favorit  Print  Kirim ke Temen  Baca Selengkapnya...  <br>
Jalan-Jalan Ke Turki PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 29 September 2009
 
Views 862    
ImageBagian pertama
Turki merupakan negeri yang mendapat tempat sendiri di hati kaum muslim. Konstaninopel, kota besar di negeri itu –sekarang bernama Istanbul, merupakan kota yang disebut dalam sebuah hadits. Di negeri batas Eropa-Asia itu juga, kekhalifahan Utsmaniyah yang fenomenal pernah berdiri dan akhirnya diruntuhkan oleh sekularisme. Bagaimana sekilas kehidupan muslim di Turki? Dr. Yumna Supardi akan menuturkan buat kita-kita pengalaman beliau beberapa hari di Turki. Selamat menyimak! Sebelum cerita di Turki-nya, aku mo cerita dulu persiapan dari Inggris untuk ke sana. Siapa tahu ada yang butuh... Di Inggris, kalo mo pergi ke semua negara –selain negara ASEAN kali- pemegang paspor hijau seperti diriku, kudu mengurus visa dulu. Asyiknya untuk dapat visa turis ke Turki cuman butuh 2 hari; Rabu apply, Jum’at sudah aku dapat dan cuman butuh £19 (sekitar 28.500 rupiah). So setelah menggenggam visa turis ke Turki, barulah aku hunting tiket. Rata rata harga ke Izmir –kota tujuan kami di Turki- di atas £200. Alhamdulillah, akhirnya kita dapat penawaran dari Thomas Cook seharga £325 untuk berdua.
Komentar  Kutip  Favorit  Print  Kirim ke Temen  Baca Selengkapnya...  <br>
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Results 1 - 9 of 13
Iklan Tengah Atas
RocketTheme Joomla Templates