Home

Newsflash

Iklan Tengah Atas
Renungan
Wahabi Anugerah yang Terzalimi Bagian terakhir PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 01 February 2010
 
Views 362    
Penamaan dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dengan “Wahhabi” sebenarnya bermula dari orang-orang yang kontra dengan dakwah Syaikh. Belakangan nama ini diadopsi oleh orang-orang Barat dan kaum orientalis.
Tokoh-tokoh orientalis tetap menggunakan istilah wahabiyah, wahabi atau wahabiyun untuk menamakan gerakan dakwah Muhammad bin Abdil Wahhab serta pengikut gerakan dakwahnya. Meski sebagian tokoh tadi tahu bahwa nama ini diberikan oleh orang-orang yang memusuhi gerakan dakwah Muhammad bin Abdul Wahhab. Sebut saja diantara tokoh Orientalis tersebut adalah Samuel Zwemer, Samalley, Margoliouth, George Rentz, Burkhardt dll. Mereka akui bahwa istilah tersebut berasal dari musuh Syaikh. Margoliouth mengatakan, “Penamaan ini diberikan oleh para penentangnya ketika dia masih hidup. Kemudian orang-orang Eropa menggunakan nama tersebut. Sedangkan pengikut dakwah Syaikh di jazirah Arab tidak menggunakannya. Namun mereka menyebut diri mereka sebagai muwahhidun (ahli tauhid).” Thomas Patrick Hughes seorang orientalis yang lain bilang bahwa wahabiyah adalah sebuah sekte reformasi Islam yang dibentuk oleh Muhammad bin Abdul Wahhab. Orang-orang yang kontra dengan gerakan dakwahnya tidak mau menamakan mereka dengan “Muhammadans (Muhammadiyah)” atau “muslimin”. Jadi akhirnya mereka membedakan dakwah tadi dari yang lain dengan menyematkan nama ‘ayah syaikh’ dan mereka namakan dengan Wahabiyah.  Goerge Rentz menjabarkan tentang penyebutan istilah dan alasan penggunaan kata wahabi. Ini terkait dengan penggunaan istilah tadi dalam makalahnya, “Wahabiyun” dan “Wahabi dan Kerajaan Saudi Arabia”. Ia mengatakan bahwa penamaan wahabiyun pada pendukung dakwah Syaikh bersumber dari orang-orang yang kontra dengan dakwahnya. Nama ‘Wahabi’ tidak lebih merupakan protes mereka karena Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dianggap membuat sebuah sekte baru, sehingga perlu untuk dihadang dan dibendung.  Penggunaan istilah Wahabiyah adalah sesuatu yang tidak tepat. Disamping istilah ini tidak jujur karena tidak menggunakan penyandaran yang benar. Kalau jujur dan adil tentu orang yang kontra akan memakai nama ‘muhammadns alias muhammadiyah, sesuai namanya yaitu Muhammad. Kenapa mesti menyerang dakwah ini dengan ketidakjujuran? Begitu pula nama ini tidak diberikan oleh Muhammad bin Abdul Wahhab atau pengikut dakwahnya namun oleh orang yang kontra dengan dakwah beliau.K arena dia memang tidak membuat ajaran baru namun sekadar mengajak orang untuk kembali kepada ajaran Islam yang murni.  Sehingga, kalau ada orang yang mengamalkan ajaran Islam dengan lurus sesuai al Quran dan hadits maka ia akan mendapati  dirinya berjalan di sebuah jalan yang sama dengan Muhammad bin Abdul Wahhab.  Walau bisa jadi orang tersebut tak pernah kenal dengan Muhammad bin Abdul Wahhab dan tidak membaca tulisan-tulisannya.

Komentar  Kutip  Favorit  Print  Kirim ke Temen  Baca Selengkapnya...  <br>
Wahabi, Anugerah yang Terdzalimi PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Tuesday, 05 January 2010
 
Views 380    

ImageGerakan dakwahnya sering disebut orang sebagai Wahhabiyah. Sebuah dakwah yang disandarkan kepada Muhammad bin Abdul Wahhab, seorang reformis keagamaan, yang mengajak manusia untuk kembali kepada ajaran Islam yang murni. Nama Wahhabi atau Wahabiyah sendiri diberikan oleh orang-orang yang tidak suka dengan gerakan dakwahnya untuk memberikan stigma yang negatif terhadap beliau dan pengikutnya. Penamaan ini sebenarnya keliru sebab wahhab adalah bagian dari nama bapaknya, Abdul Wahhab.  Kalau mereka  mau jujur dan adil seharusnya mereka memberikan nama Muhammadi atau Muhammadiyah,  karena nama beliau adalah Muhammad. Namun tentu saja, kalau para pembenci dakwah ini menamakan dengan nama terakhir ini pasti akan membuat orang-orang mendekati dakwah beliau bukan menjauhi.


Komentar  Kutip  Favorit  Print  Kirim ke Temen  Baca Selengkapnya...  <br>
Wahabi Anugerah Yang Terzalimi Bagian pertama dari tiga tulisan PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Thursday, 03 December 2009
 
Views 555    

ImageBeberapa waktu belakangan ini, kata Wahabi muncul di banyak media massa. Bukan untuk menyebutkan sesuatu yang baik-baik namun sebaliknya. Ya, Wahabi sedang dituduh. Namun benarkah tuduhan tersebut?

Wahabi diidentikkan dengan sesuatu yang buruk, teror atau ada juga yang mengatakannya sebagai kelompok pemonopoli kebenaran. Sebenarnya, masih banyak orang yang terlalu awam untuk mendefiniskan apakah wahabi dan bagaimana hakikat dakwahnya. Tulisan-tulisan yang sering diekspos di media massa  tentang masalah wahabi sering tak menyuguhkan informasi yang berimbang. Jauh dari metode ilmiah yang didengungkan banyak orang. Bahkan sebagian tulisan tega menyuguhkan kebohongan di hadapan para pembacanya. Di sisi yang lain pembaca hanya sekadar bisa menerima tanpa mau meneliti lebih jauh. Misalnya ada tulisan yang menyebutkan klaim pengikut wahabi bahwa tanpa madzhab Wahabi, madzhab yang empat belumlah sempurna. Atau dalam madzhab Wahabi rukun Islam itu ada enam. Semua ini sebenarnya cuma kebohongan besar, yang dengan mudah diketahui oleh siapapun yang mau menelaah buku dan pemikiran Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab yang bertebaran. Sudah banyak tulisan ilmiah, thesis dan disertasi yang adil di berbagai Universitas dan institusi pendidikan tentang pemikiran dan gerakan dakwah Syaikh Muhammad. Dan semuanya menunjukkan tentang pengaruh positif dakwah Syaikh baik di tingkat lokal maupun internasional. Salah satu tulisan terbaru dalam hal ini adalah disertasi yang disusun oleh Dr. Natana DeLong Bas, dalam rangka meraih gelar P.hd dalam bidang sejarah dari Georgetown University.
 
Cerita Lama
Banyak orang sengaja mengaburkan dakwah Syaikh Muhammad dengan dakwahnya wahabi yang benar-benar sesat. Wahabi sesat merupakan firqah sempalan Ibadhiyah khawarij yang timbul pada abad kedua hijriyah (jauh sebelum masa Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab -ed), yaitu sebutan Wahabi nisbat kepada tokoh sentralnya Abdul Wahab bin Abdurrahman bin Rustum yang wafat tahun 211 H. Wahabi merupakan kelompok yang sangat ekstrim kepada ahli sunnah, dan sangat jauh dari Islam. Untuk menciptakan permusuhan di tengah Umat Islam, kaum Imperialisme dan kaum munafikun memancing di air keruh dengan menyematkan baju lama (Wahabi) dengan berbagai atribut penyimpangan dan kesesatannya untuk menghantam dakwah Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau setiap dakwah mana saja yang mengajak untuk memurnikan Islam. Karena dakwah dia sanggup merontokkan kebatilan, menghancurkan angan-angan kaum durjana dan melumatkan tahta agen-agen asing, maka dakwahnya dianggap sebagai penghalang yang mengancam eksistensi mereka di negeri-negeri Islam. Contohnya Inggris mengulirkan isue wahabi di India, Prancis menggulirkan isu wahabi di Afrika Utara, bahkan Mesir menuduh semua kelompok yang menegakkan dakwah tauhid dengan sebutan Wahabi, Italia juga mengipaskan tuduhan wahabi di Libia, dan Belanda di Indonesia, bahkan menuduh Imam Bonjol yang mengobarkan perang Padri sebagai kelompok yang beraliran Wahabi. Semua itu, mereka lakukan karena mereka sangat ketakutan terhadap pengaruh murid-murid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang mengobarkan jihad melawan Imperialisme di masing-masing negeri Islam.
Siapa Muhammad Bin Abdul Wahhab?

Komentar  Kutip  Favorit  Print  Kirim ke Temen  Baca Selengkapnya...  <br>
Bangsa Terbuang Yang Sedang Berjaya Bagian Kedua PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 28 October 2009
 
Views 584    

ImageSetelah pada edisi sebelumnya kita mengupas tentang asal-usul Bani Israil dan Bangsa Yahudi, akan menarik jika kita juga mengupas sebuah kaum yang konon diubah menjadi kera. Menjadi kera? Ya, bangsa yang diubah oleh Allah a menjadi kera. Bahkan, sebagian dari mereka juga diubah bentuknya menjadi babi. Penasaran bukan? Yuk kita simak Kupas edisi kali ini.

Dari Mulia Jadi Hina


Sejatinya, bani Israil telah diberikan berbagai keutamaan atas umat yang lain. Mereka juga telah dilebihkan atas umat yang lain pada masanya. Hal ini telah dijelaskan oleh Allah a dalam salah satu firman-Nya dalam Surat Al Baqarah,
Hai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat (Surat Al Baqorah : 47)
Mengenai maksud “Aku telah melebihkan kamu atas segala umat”, Ibn Katsir dalam Al-Mishbah Muniir fii Tahdzibi Tafsiri Ibn Katsir (yang diterjemahkan dengan judul Shahih Tafsir Ibn Katsir) menjelaskan bahwa Abu Ja’far ar-Razi meriwayatkan dari ar-Rabi’ bin Anas, dari Abul ‘Aliyah, ia mengatakan, “Kelebihan mereka itu diwujudkan dengan kekuasaan, diutusnya para rasul, dan diturunkannya Kitab_Kitab Allah kepada umat pada zaman tersebut, karena setiap zaman memiliki umat.”
Memang betul, bani Israil telah diberikan kekuasaan yang melimpah. Satu diantaranya adalah kekuasaan mereka atas tanah Palestina sebelum mereka melakukan pelanggaran. Mereka juga dianugerahi kehadiran para Nabi dan Rasul dengan berbagai risalahnya pada masa itu. Jika kita mau menengok masa lalu, dari bani Israil akan muncul sederet nabi-nabi mulia, seperti Israil, Musa, Harun, dan Isa. Dan tentunya, mereka juga lebih mulia dibandingkan umat lain pada masanya karena dianugerahi kitab Taurat melalui Nabi Musa.

Komentar  Kutip  Favorit  Print  Kirim ke Temen  Baca Selengkapnya...  <br>
Bangsa Terbuang Yang Sedang Berjaya Part I PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Wednesday, 28 October 2009
Last Updated ( Wednesday, 28 October 2009 )
 
Views 538    
Image“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (Qs. 5:82)
Begitulah Allah mengabarkan tentang perangai orang-orang Yahudi dan musyrikin. Mereka berlomba-lomba tak kenal lelah untuk memadamkan cahaya Allah dengan segenap cara dan upaya. Khusus Yahudi, kini mereka benar-benar menunjukkan permusuhan yang nyata terhadap Islam di seluruh penjuru bumi. Taji mereka tampak begitu kuat sehingga sebagian muslim, yang lemah iman, menjadi gentar. Senjata dan peralatan mereka sangat canggih sehingga batu-batu dari gerakan intifadah tampak tak berarti. Hegemoni intelektual mereka sangat luas sehingga banyak pemuda yang terbujuk untuk mendukung dan berloyalitas pada simbol-simbol mereka. Ya, begitulah kondisi bangsa Yahudi yang dulu dibantai dan diceraiberaikan itu. Kini, mereka sedang berada di atas angin setelah melakukan konspirasi-konspirasi licik mengalahkan Islam. Dialah musuh kaum muslimin yang sekarang telah membuat banyak para wanita menjadi janda dan anak-anak menjadi yatim.

Komentar  Kutip  Favorit  Print  Kirim ke Temen  Baca Selengkapnya...  <br>
Iklan Tengah Atas
RocketTheme Joomla Templates