admin : Untuk yang mengirimkan jawaban pertanyaan mohon menyertakan aktivitasnya apa, ex aktivis dakwah asal semarang. Ditunggu ya...Dan mohon beri redaksi nama dan alamat lengkap antum agar bisa kami kirimi hadiah
erichiba : asslmkum, afwan duh baru sempet mampir lagi... el-fata da banyak berubah ya, hampir ga kenal klo ga diliat lama-lama. logonya mirip brand minuman dr UK... mudah2an isiny masih sama ya, met berjuang dalam jalan kebenaran-Nya. Semoga Allah SWT ridho..amieen
jeckystiba : hidup nggak akan bermakna jika tidak didasari dengan iman.hidup akan terasa hampa tanpa pengenalan diri dengan ALLAH.
eL_muyas : el-fata gimana kabarnya moga baik-baik aja ya,oh iya temannya el-muyas mau kirim artikel perlombaan itu...tuh tp dia bilang artikrlnya panjang banget sampai 23 lembar,entah apa yang dia tulis koq bisa sampai panjang tp semoga dimaklumi ya.
eL_muyas : ba'da salam
hanief ridh : assalamu'alaikum el , ana mau kirim salam buat anak2 tba mias-tasik yang lagi liburan , jangan lupa minggu balik lagi k mias !!
abdurrasyid : jawaban efek negatif kamera, video dll :
1. bisa digunakan untuk berbuat maksiat, pornografi
2. bisa mendidik seseorang berbuat sebagaimana yang ada dalam video
3. bisa mengantarkan kepada yang haram, zina, tindakan mesum yang lain
4. terlalu banyak melihat video bisa membikin malas
5. mengahabiskan waktu untuk hal yang sia-sia, dll.
Izah : Assalaamu'alaikum..Ana mau jwb ptanyaannya nih.
Ttg kamera, video, dan sjenisnya sbenarnya patut qt syukuri krn khadirannya mampu mringankn pkerjaan n memudahkn aktivitas qt. Nmun, tnyata alat2 canggih ini mmiliki dmpak negatif yg bs dkatakn sangat mPrihatinkan..
Kini, gambar2 yg tdk sharusnya dmunculkan/tdk senonoh malah sudah marak n menyebar. Tontonan2 yg tdk pantas mulai tsebar n ini bdampak pd kebobrokan Remaja. Remaja tdk lg btuh akan Ilmu, lupa akhrat, dsbabkn suguhan knikmatan sesaat
Berlawan dari harapan. Yang terjadi adalah kebalikan dari yang diharapkan. Begitulah yang terjadi apabila seseorang meninggalkan ajaran Islam dalam meraih kebaikan. Inginnya memperjuangkan nasib kaum Hawa, agar memperoleh kebebasan dengan sebebas-bebasnya. Namun yang terjadi adalah kaum perempuan malah semakin terpuruk dalam berbagai keburukan dan semakin menggali kuburnya sendiri. Gerakan mengangkat derajat kaum wanita lebih cenderung merendahkan kaum wanita. Bebasnya wanita dimaknai sebagai bebas dari aturan-aturan baku yang telah digariskan oleh ajaran Islam. Kebebasan yang kebablasan ini memunculkan beragam masalah-masalah baru tidak terbatas pada dunia wanita sendiri bahkan berkembang lebih luas. Diantaranya memunculkan permasalahan yang terkait dengan dunia laki-laki. Pada asalnya dunia lelaki dan perempuan adalah dunia yang mandiri. Masing-masing memiliki dunia tersendiri yang tak bercampur antara satu dengan yang lain. Namun karena emansipasi-salah satunya- membuat dua dunia ini membaur tanpa ada batasan. Dan ini memunculkan problem serius bagi umat ini. Di sinilah setan dengan begitu mudahnya bermain tanpa penghalang. Mengaduk-aduk isi hati lelaki dan perempuan. Menyimpangkan manusia dari tujuan asasi kehidupan untuk beribadah demi melampiaskan nafsu. Membuang batasan-batasan yang telah terpampang jelas dalam syariat Islam. Menumbuhkan cinta yang prematur sebelum layak datang masanya. Membingkai cinta lelaki dan perempuan dalam hawa nafsu yang berkobar tak ada batasannya. Suka terhadap lawan jenis jelas sesuatu yang wajar dan tak bisa dihalangi. Namun bila kesukaan dibingkai dalam hawa nafsu maka akan menimbulkan petaka yang tak ada habisnya. Nah, bagaimana membingkai sebuah rasa suka pada lawan jenis dalam kebaikan sehingga berakhir dengan kebahagiaan? Mari baca dengan tuntas di edisi elfata kali ini!
Catwalk Jalanan
Ditulis oleh Administrator
Tuesday, 05 January 2010
Views
412
Setiap orang berhak untuk lewat di jalan umum. Namanya juga jalan umum maka ia tidak dikhususkan untuk orang-orang tertentu. Tua muda, wanita lelaki, gendut kurus, bahkan bayi sekalipun boleh melewatinya-tentu saja dengan orang tuanya bukan jalan sendiri. Saat kita terpaksa nongkrong di jalan, bukan di tengahnya tentu saja, ada beberapa hal yang harus kita lakukan. Mata tak boleh jelalatan memandangi setiap yang lewat. Siap untuk menunjukkan arah bagi yang salah jalan dan jalur. Gak usah lama-lama bernongkrong ria karena akan menghabiskan waktu. Karena yang lewat adalah orang maka ada banyak macam ragam bentuk dan penampilan yang bisa disaksikan. Ada yang berkopyah dan bersarung karena pulang pergi ke masjid. Ada yang berseragam putih abu-abu, putih biru tua, biru merah hati. Mereka tentunya anak sekolah. Banyak lagi tampilan-tampilan yang lain. Yang putri sering ditemukan berpakaian dan berpenampilan bermacam-macam. Berganti tampilan sesuai dengan mode yang lagi ngetren saat itu. Saat di rumah memang tak terlalu macam-macam berbusana. Namun begitu keluar rumah, di jalanan, tampilan pun berubah aneh-aneh. Seakan sedang menawarkan busana dan dandanan terbaru yang lagi ngetren. Seolah seorang model yang tengah memeragakan busananya di atas catwalk. Ya, catwalk jalanan. Nah, apa yang mesti kita lakukan dengan tren semacam ini? Baiklah, baca seutuhnya di elfata edisi kali ini!
Lomba Penulisan El Fata
Ditulis oleh Administrator
Tuesday, 17 November 2009
Views
1365
Pena Dakwah Berhadiah Lomba Penulisan Artikel Islami
Berdakwah lewat tulisan, kenapa tidak? Berdakwah Islam lewat tulisan sangat penting dan efektif. Nah, dalam rangka menjaring para penulis muda yang berbakat dan siap berdakwah lewat tulisan, media muslim muda elfata, menyelenggarakan sayembara penulisan artikel islami.
1. Lomba terbuka untuk Muslim dan Muslimah, warga Negara Indonesia. 2. Tema terkait tentang bahasan rubrik di majalah El Fata - Akidah dan Tauhid (Rubrik “Jalanku”) - Tazkiyatus Nufus (Rubrik “Sejuk Hati”) - Kupasan Fenomena/Peristiwa/Cara Berpikir Dalam Islam (Rubrik “Kupas”) 3. Tulisan berbobot ilmiah namun tetap ringan, enak dibaca dan mudah dipahami oleh siapapun. 4. Tulisan merupakan karya sendiri yang belum pernah diterbitkan oleh media manapun serta tidak sedang mengikuti lomba lain. 5. Mencantumkan buku-buku dan referensi lain yang digunakan secara jelas 6. Tulisan dikirim spasi ganda dan diketik di atas kertas folio. Panjang karangan 7000-8.000 karakter, besar font 12 dan pada naskah lomba dicantumkan nama penulis disertai fotokopi identitas. 7. Tulisan dikirim ke majalah Elfata d/a Randulawang RT 01/02 Jetis Sukoharjo Jawa Tengah 57511, dalam amplop tertutup dengan menuliskan ‘Lomba Penulisan Artikel Islami”. Atau naskah bisa ke email panitia lomba Elfata:
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari spam bots, Anda butuh mengaktifkan JavaScript untuk melihatnya
dengan menyertakan Scan kartu identitas. 8. Tulisan ditunggu selambat-lambatnya pada tanggal 27 Pebruari 2010. 9. Pemenang Lomba Penulisan Artikel Islami Media Muslim Muda Elfata akan diumumkan pada majalah Elfata edisi 04/X/2010 10. Peserta diperbolehkan mengirim maksimal 3 naskah berbeda. 11. Tulisan yang masuk menjadi hak panitia. Naskah yang memenangkan lomba akan dimuat di majalah elfata dan redaksi berhak menyunting naskah-naskah tersebut. 12. Naskah yang tidak memenangkan lomba tetapi dianggap layak akan dimuat di Majalah Elfata dengan mendapatkan honor. 13. Pengirim artikel lomba secara otomatis menjadi anggota Forum Pena Dakwah Elfata, yang akan mendapat berbagai keuntungan menarik. 14. Lomba ini tertutup bagi seluruh karyawan majalah Elfata
Hadiah: Uang Tunai dan Bingkisan Senilai Jutaan Rupiah Untuk Puluhan Pemenang. Seeerrrrbuu….!!!
Demi Waktu
Ditulis oleh Administrator
Wednesday, 25 November 2009
Views
940
Waktu yang telah berlalu bukan lagi milik kita. Sudah berakhir dan tak akan kembali lagi. Masa-masa yang lalu juga tinggal kenangan atau akan menjadi sejarah bagi manusia yang hidup di masa belakangan. Segala yang telah kita lakukan di masa lampau mungkin akan terlupa, hilang begitu saja dari ingatan. Meski sebenarnya ia tak akan hilang dari catatan malaikat raqiibun atiid. Tinggal bagaimana aktivitas yang kita lakukan di masa lalu, apakah kebaikan atau keburukan. Bila kebaikan yang kita lakukan maka beruntunglah diri kita. Namun bila sebaliknya alangkah celakanya kita. Syukurnya kita masih punya waktu sekarang, waktu yang lagi kita miliki ini. Artinya bila kita berbuat kejelekan di masa lampau, masih ada kesempatan bagi diri kita untuk bertobat dan memperbaiki diri. Bila masih sedikit kebaikan yang kita buat maka masih terbuka kesempatan untuk menambah jumlah amal shalih kita. Namun demikian, ingatlah kembali bahwa sekarang adalah masa lampau bagi masa depan. Apa yang kita lakukan di masa sekarang akan menjadi masa lalu bagi masa mendatang. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita memanfaatkan waktu yang ada sekarang ini dengan beragam amal shalih. Agar catatan amal kita terisi penuh dengan kebaikan bukan keburukan. Wallahu a’lam.
Kekasih Dunia Maya
Ditulis oleh Administrator
Thursday, 15 October 2009
Views
3702
Alhamdulillah. Sobat muda, semoga Allah melimpahkan rahmat-Nya kepadamu. Tekhnologi dengan segala macam ragamnya, adalah salah satu nikmat yang diberikan Allah kepada manusia. Dengannya, banyak kemudahan-kemudahan yang bisa diraih. Sebut saja dalam bidang komunikasi dan transportasi, kini jarak yang jauh tak lagi menjadi masalah. Ingin bicara dengan saudara yang tinggal di seberang lautan mudah saja, tinggal pencet tombol ini dan itu pembicaraan pun tersambung. Ingin pergi ke luar kota atau ke luar pulau mudah juga, banyak transportasi yang sudah tersedia. Cukup duduk tak terlalu lama, jarak puluhan atau ratusan kilometer pun terlampui. Namun, sebagaimana nikmat-nikmat lain yang diberikan Allah, ternyata manusia terbagi menjadi dua golongan dalam menyikapi tekhnologi. Satu golongan adalah kelompok manusia yang bersyukur dengan nikmat tersebut. Gak nyombong diri dengan nikmat tadi, dan selalu ingat bahwa yang ngasih nikmat hanya Allah semata. Nikmat teknologi juga digunakan untuk hal-hal yang baik-baik dan Allah sukai. Tidak digunakan untuk maksiat dan berbuat dosa. Manusia model begini nih, sudah pasti jumlahnya minoritas. Kalah banyak dibandingkan manusia dengan model kedua, yaitu yang gak mau bersyukur kepada Allah alias kufur. Nyombongin diri dengan nikmat yang diberikan, enggan berbuat baik dengan nikmat tadi atau malahan digunakan untuk kemaksiatan dan dosa. Duh, celaka benar orang yang seperti ini.
Gempa Bumi kembali mengguncang salah satu daerah di negara kita tercinta. Di sana, saudara-saudara muslim kita tengah terluka dan mengis menahan kepiluan deriya yang dahsyat. Mereka menanti uluran tangan kita, bukan hanya sekedar untuk diprotet dan diberiucapan belas kasih. Dan sekali lagi, mereka saudara kita wahai sahabat....
Sayang, banyak diantara bantuan dari kaum muslimin yang diselewengkan. Maksudnya? beberapa bantuan yang dikumpulkan oleh LSM-LSM maupun beberapa media masa justru digunakan untuk melancarkan praktek pemurtadan. Oleh karena itu, marilah kita bantu saudara-saudara kita melalui lembaga-lembaga Islam yang terpercaya. Jangan sampai, dana yang kita gunakan untuk membantu saudara kita menjadi senjata untuk merusak aqidah mereka. Sekali lagi, bantulah melalui lembaga-lembaga Islam terpercaya....
Gila Belanja
Ditulis oleh Administrator
Tuesday, 29 September 2009
Views
2295
Alhamdulillah, dengan nikmat-Nyalah menjadi sempurna segala kebajikan. Kaefahalukum sobat? Gimana kabar kalian? Semoga apik dan senantiasa berada di bawah naungan-Nya.
Sobat…Masih begitu kerasa syahdunya bulan penuh berkah, Ramadhan. Masih begitu manisnya suasana bulan yang menjajikan ampunan dan rahmat tersebut. Tak terasa kini, kita telah benar-benar ditinggalkannya. Asa yang tersisa pada diri kita, mudah-mudahan Allah menjadikan kita sebagai hamba yang beruntung selama memaknai bulan yang salah satu malamnya lebih mulya ketimbang 1000 bulan ini dan mempertemukan kita dengan bulan Ramadhan tahun depan. Amiin
Sobat…Harta sebagaimana dikabarkan oleh Rasulullah, bakal menjadi fitnah terbesar bagi umatnya. Nggak bisa dipungkiri, memang benar demikian adanya. Hingga banyak insan dari umat ini yang begitu ‘kesengsem’ secara berlebihan sampe tergila-gila. Dalam banyak kasus kita juga menemukan nggak sedikit yang jadi gila beneran dibuatnya. Itulah yang ingin Fata sajikan pada edisi kali ini, membahas harta dari segi pembelanjaannya. Bagaimana kita mensikapi materi dari Allah? Bagaimana saat ada banyak tawaran produk membanjir di sekitar kita? Bagaimana pula bersikap adil dalam mentasarufkan harta? Semua dikemas secara menarik pada Fata edisi kali ini.
Alhamdulillah. Sobat muda, semoga Allah selalu merahmatimu. Bermain adalah suatu hal yang hampir menjadi inti aktivitas kita dulu. Ya, dulu waktu kita masih kecil. Seiring bertambahnya umur, aktivitas tersebut mulai berkurang. Meski begitu tetap saja ada porsi bermain di sela-sela kesibukan dan keseriusan seiring bertambahnya usia. Bahkan masih banyak juga teman seumuran kita yang masih memperbanyak bermain padahal usianya mulai beranjak dewasa. Jangan lupa, ada juga sebagian orang tua yang masih gemar bermain-main. Permainan yang hadir pun kini ada bermacam ragam. Kegemaran orang untuk bermain ini rupanya bisa disebut sebagai peluang bagi para pebisnis mainan. Untuk ‘menolong’ orang bermain maka diciptakanlah beragam jenis mainan. Lahirlah ribuan ‘Game’ di sekitar kita. Game ada dimana-mana karena game-game tersebut kini hadir tambah dekat dan mudah. Di komputer ada game, bahkan di hape pun kini menyediakan fasilitas tersebut. Game dan permainan adalah fenomena yang lekat pada sebagian kita, dunia para remaja. Sebagai seorang muslim tentu kita layak untuk berkaca pada syariat Islam, tentang masalah game dan permainan ini. Dengan begitu, kita bisa memilah mana permainan dan game yang halal dan mana yang tidak. Sehingga dengannya aktivitas ibadah kita kepada Allah tak terganggu bahkan syukur-syukur bisa terdongkrak saat kita bisa memilih permainan yang tepat. Oke, masalah game dan permainan inilah yang diangkat menjadi bahasan utama elfata edisi kali ini. Semoga bahasan ini bisa mendongkrak ketakwaanmu kepada Allah Ta’ala. Simak juga bahasan-bahasan lain yang tak kalah menariknya, insyaallah.
Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah saja. Bagaimana kabarmu, sobat muda? Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat-Nya kepadamu. Sobat muda, memiliki hati yang jernih adalah dambaan semua orang. Termasuk juga para pemuda seperti kita. Pemuda yang bisa bening hati, tentu lebih istimewa dibandingkan orang-orang tua. Kenapa begitu? Jelas dong, karena tantangan untuk membersihkan hati bagi para pemuda lebih sulit dibandingkan yang tua. Kelabilan emosi, hawa nafsu yang berkobar, godaan yang besar, teman yang mempengaruhi adalah sebagian tantangan berat yang dihadapi kawula muda seperti kita. Makanya, salah satu golongan yang diberikan naungan Allah di hari kiamat adalah ‘seorang pemuda yang tumbuh dalam ibadah kepada Allah’. Pemuda yang tumbuh dan berkembang dalam ibadah merupakan generasi yang berupaya keras untuk menjadikan bening hatinya. Allah memang telah menyediakan sarana bagi kita untuk menjernihkan hati. Namun di samping itu, banyak juga jalan dan sarana yang membuat hati kita keruh, kotor sampai berkarat-karat. Seringnya, jalan dan sarana yang kotor inilah yang dipilih oleh kawula muda. Ya, karena sepintas hal itu enak menurut hawa nafsu. Jadilah kejernihan hati menjadi sesuatu yang sulit untuk diraih. Bahkan mungkin terasa mustahil untuk didapatkan. Meraih kebeningan hati sudah pasti merupakan tuntutan. Hanya orang yang hatinya bening yang akan selamat di akhirat. Nah, bagaimana cara kawula muda seperti kita mendapatkan kejernihan hati? Simak saja di elfata edisi ini!